ODALAN

Pura Jagattkarta Ciapus Kabupaten Bogor Jabar

Pura Agung Parahyangan Jagatkarttya Ciapus Kabupaten Bogor Jawa Barat

Sesaji di Persembahkan Kepada Sang Hyang Widi

Sesaji di Persembahkan Kepada Sang Hyang Widi

Umat Hindu Bersembahyang

Umat Hindu Bersembahyang

Langit cerah kala itu ketika saya datang ke Pura, mengajak 2 (dua) orang rekan pejalan Cojack si pemilik blog cerita pejalan.com dan Joepoet pemilik blog ranselkosong.com. Kami janjian ketemu di St. Bogor pada tanggal 31 Agustus 2012 tepatnya hari Jum’at dimana acara Puncak Peringatan Odalan Puri Jagattkarta Desa Ciapus Kabupaten Bogor Jawa Barat. Menuju Pura ini tidak terlalu jauh dari Jakarta bisa di tempuh dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.

Jika naik angkutan umum, kamu bisa naik kereta api turun St. Bogor lanjut naik angkot 02 warna hijau turun di BTM lalu menyebrang naik angkutan menuju Ciapus tanya saja Pura Jagattkarta, supir sudah pada tahu koq lalu bisa berjalan kaki sekitar 1 Km menuju Pura, dijamin asik karena Pura ini di bawah kaki Gunung Salak di jamin berudara sejuk sesekali hujan juga.

Odalan atau ulang tahun Pura, diperingati setiap tahun di Pura ini. Banyak yang belum tahu kalau Pura Agung Parahyangan Jagatkarttya  ini adalah Pura terbesar di Jawa Barat. Tepat pukul 09.00 pagi ketika saya bertiga tiba disana, kami langsung meminta izin apakah boleh memotret moment tersebut. Setelah mendapat izin dan kami bertiga memakai selendang berwarna kuning berjalan menuju ke atas. Saya terkagum sejenak dengan Pura ini, di kaki Gunung Salak ada Pura sebesar ini dengan udara yang sejuk sehingga kita jadi betah gak kepengen pulang.

Rombongan Umat Hindu setelah Posesi Mecaru di Pura Utama

Rombongan Umat Hindu setelah Posesi Mecaru di Pura Utama

Rangkaian Upacara Odalan mari dimulai, yang pertama adalah Upacara Ngebejian dan Mecaru. Kondisi Pura ketika memperingati Odalan akan ramai oleh para umat, janur kuning, ramai sesaji berbagai macam dimulai dari pintu masuk hingga teras utama pura.

Dimulai dari Upacara Ngebejian, beji = air, yang berarti mandi sebagai simbolisasi membersihkan pura, air yang dipergunakan telah diambil satu hari sebelumnya yang berasal dari mata air gunung salak, upacara dilaksanakan di Petirtaan yang terletak di belakang Pura Utama.Upacara selanjutnya Mecaru  yaitu para parande atau pendeta sudah duduk ditempatnya sambil mekakukan persembahyangan menjelang mecaru di mulai, upacara mecaru dimaksudkan untuk mengharmoniskan hubungan manusia dengan lingkungan alam.
Terlihat hikmat para umat mengikuti prosesi odalan ini, upacara ini diakhiri dengan Tarian Jauk berarti upacara telah usai, maka pulanglah makhluk-makhluk gaib yang negatif dan berubahlah menjadi lebih baik dan manusia serta lingkungan menjadi aman, tentram, damai dan jauh dari bencana.

Tips Mengikuti Prosesi Odalan Pura

1. Untuk Laki-laki dan Perempuan wajib mengunakan Pakaian yang sopan (tidak memakai celana pendek)

2. Bagi Perempuan yang sedang datang bulan dilarang berkunjung ke Pura

3. Karena acara tersebut sakral mohon jika ingin memotret jangan sampai menggangu yang sedang ibadah (disarankan mengunakan tele)

4. Jaga Toleransi antar umat beragama.

5. Patuhi Tata-Tertib selama di Pura.

2 thoughts on “ODALAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s